Monday, 14 May 2018

Struktur Kristal

          Padatan dapat dibagi menjadi dua kelompok: kristal dan amorf. Es merupakan padatan kristal (crystalline solid), yang memiliki keteraturan yang kaku dan menjangkau-jauh; atom-atomnya, molekul-molekulnya, atau ion-ionnya menempati tempat tertentu. Susunan atom, molekul, atau ion dalam padatan kristal adalah sedemikian rupa sehingga gaya tarik-menarik antarmolekul neto pada keadaan maksimumnya. Gaya yang menyebabkan kestabilan kristal dapat berupa gaya ion, ikatan kovalen, gaya van der Waals, ikatan hidrogen, atau kombinasi gaya-gaya ini. Padatan amorf seperti gelas tidak memiliki susunan yang tertata baik dan keteraturan molekul yang menjangkau-jauh.
Figure 11.14 (a) A unit cell, and (b) Its extension in three dimension. The back spheres represent either atoms or molecules

    Satuan dasar yang berulang pada padatan kristal disebut  sel satuan (unit cell). Gambar 11.14 menunjukkan sel satuan dan perluasannya dalam tiga dimensi. Setiap bola mewakili satu atom, ion, atau molekul yang disebut titik kisi (lattice point). Dalam banyak kristal, titik kisi tidak sunggguh-sungguh mengandung satu atom, ion, atau molekul, melainkan beberapa atom, ion, atau molekul yang secara identik tersusun di sekitar setiap titik kisi. Tetapi, agar sederhana, kita dapat meganggap bahwa setiap titik kisi ditempati oleh satu atom. Setiap padatan kristal dapat digambarkan sebagai salah satu dari tujuh jenis sel satuan seperti ditunjukkan pada Gambar 11.15. Secara khusus bentuk sel satuan kubus adalah sederhana karena semua sisi dan semua sudutnya adalah sama. Setiap sel satuan yang berulang dalam seluruh ruang tiga dimensi, membentuk struktur kisi yang mencirikan suatu padatan kristal.
Figure 11.15 The seven types of unit cells. Angle α is defined by edges b and c, angle β by edges a and c, and anglγ by edges a and b.



Referensi: Raymond Chang

No comments:

Post a Comment