Tuesday, 22 December 2015

Penggolongan Periodik Unsur-Unsur

            Gambar 8.2 menunjukkan tabel periodik unsur-unsur bersama dengan konfigurasi elektronnya dalam keadaan-dasar pada kulit terluar. Menurut jenis subkulit yang terisi, unsur-unsur dapat dibagi menjadi beberapa golongan-unsur utama, gas mulia, unsur transisi, lantanida, dan aktinida. Merujuk pada gambar, unsur-unsur utama (representative elements) adalah unsur-unsur dalam golongan IA hingga 7A, yang semuanya mempunyai memiliki subkulit s atau p dengan bilangan kuantum utama tertinggi yang belum terisi penuh. Dengan pengecualian pada helium, seluruh gas mulia (noble gas) (unsur-unsur golongan 8A) mempunyai subkulit p yang terisi penuh. (Konfigurasi elektronnya adalah 1s2 untuk helium dan ns2 dan np6 untuk gas mulia yang lain, dimana n adalah bilangan kuantum utama untuk kulit terluar).

              Logam transisi adalah unsur-unsur dalam golongan 1B dan 3B hinnga 8B, yang mempunyai subkulit  d yang tidak terisi penuh atau mudah menghasilkan kation dengan subkulit d yang tak terisi penuh. (Logam-logam ini kadang-kadang disebut dengan unsur-unsur transisi blok d). unsur-unsur golongan 2B adalah Zn, Cd, dan Hg, yang bukan merupakan unsur utama maupun unsur transisi. Lantanida dan aktinida kadangkala disebut unsur transisi blok f karena kedua golongan ini memiliki subkulit f yang tidak terisi penuh.
              Pola yang jelas akan muncul ketika kita mengkaji konfigurasi elektron unsur-unsur dalam golongan tertentu. Konfigurasi elektron untuk unusr-unsur golongan IA, yaitu logam ditunjukkan dalam tabel 8.1. Kita lihat bahwa semu anggota golongan IA, yaitu logam alkali memiliki konfigurasi elektron terluar yang mirip; masing-masing memiliki inti gas mulia dan konfigurasi ns1 untuk elektron terluarnya. Demikian pula golongan 2A, yaitu logam alkali tanah juga mempunyai inti gas mulia dan konfigurasi elektron terluar ns2.



             Elektron terluar suatu atom, yang terlibat dalam ikatan kimia, sering disebut elektron valensi (valence electron). Jumlah elektron valensi yang sama menentukan kemiripan perilaku kimia diantara unsur-unsur dalam setiap golongan. Pengamatan ini juga berlaku untuk halogen (unsur-unsur golongan 7A), yang memiliki konfigurasi elektron terluar ns2 np5 dan menunjukkan sifat-sifat yang sangat mirip. Tetapi kita harus berhati-hati dalam meramalkan sifat-sifat golongan 3A hingga 6A. sebagai contoh, unsur-unsur dalam golongan 4A memiliki konfigurasi elektron terluar yang sama, ns2 np4, tetapi terdapat lebih banyak keragaman dalam sifat-sifat kimia di antara unsur–unsur ini: Karbon adalah nonlogam, silikon dan germanium adalah metaloid, dan timah dan timbal adalah logam.



            Sebagai satu golongan, gas mulia berperilaku sangat mirip. Dengan pengecualian kripton dan xenon, unsur-unsur ini secara kimia bersifat inert. Alasannya adalah bahwa seluruh unsur ini subkulit terluarnya ns2 np6, terisi penuh yaitu suatu keadaan yang menggambarkan kestabilan tinggi. Walaupun konfigurasi elektron terluar logam transisi tidak selalu sama dalam satu golongan dan tidak ada pola yang teratur dalam perubahan konfigurasi elektron dari satu logam ke logam lain dalam periode yang sama, seluruh logam transisi memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dari unsur-unsur lainnya. Alasannya adalah bahwa seluruh logam-logam ini memiliki subkulit d yang tidak terisi penuh. Demikian pula unsur-unsur lantanida dan aktinida menyerupai satu sama lain dalam deretnya karena mempunyai subkulit f yang tidak terisi penuh.



Referensi: Raymond Chang

No comments:

Post a Comment